Friday, October 8, 2010

Gaya Bahasa (2)

| Penggunaan Gaya Formal dan Gaya Dasar
Pemilihan gaya bahasa formal atau dasar bergantung pada situasinya. Gaya bahasa formal utamanya digunakan pada bahasa lisan, dan gaya bahasa dasar digunakan pada bahasa lisan tidak resmi, kebanyakan penulisan buku dan majalah, juga pada penulisan artikel pada surat kabar.
Meskipun gaya formal lebih banyak digunakan pada bahasa lisan, bentuk ini juga digunakan pada bahasa tulis dimana penulis seakan berbicara dengan pembaca, seperti surat, email, diktat pelajaran, radio, televisi, dll., atau ketika mengutip kata-kata seseorang.
Bentuk formal mengutamakan penambahan ~ますpada kata kerja utama kalimat, juga kata benda dan kata sifat yang ditandai dengan ですketika digunakan sebagai predikat. Pada bentuk dasar digunakan sebagai pengganti dari です (lihat pada babだ・です), dan kata sifat tidak memerlukan だ・です(lihat penjelasan detail pada bab ‘Kata Sifat’). Umumnya penggunaan gaya bahasa akan konsisten pada satu gaya tertentu untuk keseluruhan percakapan atau penulisan.
| Gaya Formal, Dasar, Penulisan pada Bahasa Jepang
Sebagai tambahan penguraian gaya bahasa di atas, terdapat gaya penulisan dimana terdapat variasi kecil namun konsisten pada bentuk だ・です.
Gaya Bahasa ‘Desu-masu’ (デス・マス調)
Gaya bahasa ini umum digunakan pada bahasa lisan atau surat menyurat, dengan menampilkan bentuk formal dari kata kerja dan です(termasuk ですyang mengikuti kata sifat ). Keigo, bahasa penghormatan, termasuk dalam kategori ini (lihat hal.213).
·         ロンドンは首都ですからさすがに美しいです
Rondon wa shuto desu kara sasuga ni utsukushii desu
Kamu dapat mengharapkan keindahan London karena merupakan ibukota
·         前略。お母さんの誕生日に帰れなくて申し訳ありませんでした。仕事が忙しくて、どうしても都合がつかなかったのです
        Zenryaku. Okāsan no tanjōbi ni kaerenakute mōshiwake arimasen deshita. Shigoto ga ishogashikute dōshite mo tsugō ga tsukanakatta no desu.
Ibu tersayang. Maafkan tidak bisa pulang pada ulang tahun Ibu. Aku banyak kesibukan pada pekerjaan dan tidak mampu mengatasinya.
Gaya Bahasa ‘Da’ (ダ調)
Gaya ini digunakan pada bentuk informal, baik lisan maupun tulisan, menampilkan bentuk dasar kata kerja, , dan kata sifat tanpa diikuti です
·         今日は暑いね
Kyō wa atsui ne
Hari ini panas, ya?
·         僕は来週また中国へ行く。最近出張が多い。お前はどう?
        Boku wa raishū mata chìgoku e iku. Saikin shucchō ga ōi. Omae wa dō?
Aku pergi ke China lagi minggu depan. Ada banyak urusan bisnis akhir-akhir ini. Kamu bagaimana?
Gaya Bahasa ‘de-aru’ (デアル調)
Gaya ini digunakan pada penulisan fakta, surat kabar, dengan menampilkan kata kerja pada bentuk dasar dan penggunaanであるsebagai pengganti だ・です:
·       東京は四年連続高物価世界一位である
Tōkyō wa yo-nen renzoku kōbukka sekkai-ichi-i de aru
Tokyo menjadi kota termahal di dunia selama 4 tahun ini
·     この点について現段階では詳しいことは分からないが、それぞれの地点で、音声的な事情が複雑である。また、年齢などによる差もあろう。さらに多くの情報を集める必要がある
Kono ten ni tsuite gendankai de wa kuwashii koto wa wakaranai ga, sorezore no jiten de onseiteki-na jijō ga fukuzatsu de aru. Mata nenrei nado ni yoru sa mo arō. Sara ni ōku no jōhō o atsumeru hitsuyō ga aru
Pada tahap ini, pokok permasalahannya tidak diketahui secara jelas. Data fonetis di tiap lokasi sangat membingungkan. Terdapat juga kemungkinan perbedaan berdasarkan usia. Pengumpulan data lanjutan adalah penting.

Gaya Bahasa (1)

Gaya bahasa pada bahasa Jepang akan mempengaruhi kata kerja, kata sifat, dan だ・です. Sebagian besar uraian pada bab ini berkaitan dengan kata kerja. Penjelasan lengkap yang lain dapat dilihat pada bagian ‘だ・です’dan ‘Kata Sifat’.
Bahasa Jepang mempunyai tingkatan keformalan, penghormatan, kerendahan bahasa pada pengucapan yang disebut keigo (警護). Bentuk formal adalah bagian dari keigo. Orang yang mempelajari bahasa Jepang biasanya memulai dengan bentuk ~ます, dan penggunaannya dijelaskan pada bagian ‘Kata Kerja’. 
Untuk memahami bagaimana menggunakan kata kerja dalam bahasa Jepang sangat penting untuk memahami bentuk dasar dan bentuk formalnya. Bentuk dasar dapat dibentuk secara langsung dari bentuk kamusnya, yang disebut demikian karena merupakan bentuk yang dituliskan dalam kamus bahasa Jepang. Sebagai contoh, kosakata ‘pergi’ kemungkinan lebih dikenal sebagai いきます, tapi bentuk ini tidak tercantum pada kamus bahasa, dimana bentuk ini dibentuk dari bentuk kamus いく. Baik いくdan いきますbermakna ‘pergi’ dan penggunaannya terkadang dapat saling menggantikan, tetapi いくmerupakan bentuk dasar dan いきますadalah bentuk formal.
Dalam bentuk dasar, atau futsūtai (普通体) dan juga bentuk formal, atau keitai (敬体) terdapat bermacam-macam bentuk. Gaya bahasa formal secara umum disebut desu-masu-kei (デス・マス形), dan gaya bahasa dasar umum disebut futsukei (普通形). Tabel berikut menunjukkan gaya bahasa dasar dan formal untuk kosakata いきます‘pergi’:

Gaya bahasa formal
Gaya bahasa dasar
Normal
いきます
いく
Lampau
いきました
いった
Negatif
いきません
いかない
Negatif lampau
いきませんでした
いかなかった
Pada contoh berikut, kalimat yang pertama dari pasangan kalimat adalah gaya bahasa formal dan kalimat kedua merupakan gaya bahasa dasar:
            あした えいがを みます
            あした えいがを みる
            Aku akan menonton film besok
            きのう            えいがを みました
            きのう            えいがを みた
            Aku menonton film kemarin
            どいつごが            はなせません
            どいつごが            はなせない
            Aku tidak bisa bahasa Jerman
            あさごはんを            たべませんでした
            あさごはんを            たべなかった
            Aku tidak makan pagi
            きょうは            あついです
            きょうは            あつい
            Hari ini panas
Hanya akhir kalimat yang bergaya formal akan memberikan keseluruhan kalimat bernuansa formal. Kosakata (kata kerja maupun kata sifat) yang digunakan dalam kalimat majemuk berbentuk dasar, tanpa memperhatikan konteks dan gaya bahasa pada akhir kalimat (bagian modifier). Jika terdapat 2 gaya bahasa formal dari kata kerja dalam satu kalimat tunggal, kemungkinan merupakan 2 kalimat yang digabungkan dengan menggunakan konjungsi. Pada contoh kalimat berikut terdapat 4 kata kerja, yang meskipun gaya bahasa pengucapan keseluruhannya merupakan bentuk sopan, hanya kata kerja terakhir yang berbentuk ~ます:
·      夏休みに毎年ヨーロッパへ行く人が年々増えているそうですが、オーストラリアへ行く人の方が多いと旅行会社の情報で分かりました
Natsuyasumi ni maitoshi yōroppa e iku hito ga nennen fuete iru sō desu ga, ōsutoraria e iku hito no hō ga ōi to ryokōgaisha no jōhō de wakarimashita
Kami mengetahui dari perusahaan travel bahwa jumlah orang yang berpergian ke Eropa pada libur musim panasnya meningkat setiap tahun, meskipun jumlah paling besar masih berpergian ke Australia.

Wednesday, October 6, 2010

Grammar: Pengelompokan Subyek

Pada masyarakat Jepang, kelompok orang seperti keluarga atau rekan kerja membentuk komunitas yang jelas, dan ini direfleksikan pada bahasa yang digunakan untuk merujuk pada bagian kelompok-dalam dan kelompok-luar. Seringkali terdapat pemahaman yang saling mengerti dengan bagian lain dari kelompok dibandingkan dengan di luar kelompok. Pada situasi resmi, sebagai contoh, seorang bagian kelompok tertentu dapat merujuk pada kelompok lain dengan bahasa yang lebih sopan dan formal, dan juga kerendahan bahasa dapat digunakan untuk merujuk pada bagian keluarga atau kelompoknya (lihat penjelasan lebih detail pada keigo)
Konsep dari kelompok dalam dan luar mempunyai kaitan pada kosakata yang digunakan untuk menggambarkan hubungan keluarga. Kosakata yang digunakan untuk merujuk pada keluarga pembicara (orang pertama) akan berbeda dengan yang digunakan untuk merujuk pada keluarga orang kedua (dimana orang kedua bukan merupakan bagian keluarga yang sama dengan pembicara) dan pada keluarga dari orang ketiga, seperti pada tabel berikut : 
Arti/Maksud
Keluarga sendiri (orang I)
Keluarga lain (orang II atau III)
Ibu
はは・母
おふくろ
おかあさん・お母さん
Ayah
ちち・父
おやじ
おとうさん・お父さん
Orang Tua
おや りょうしん
ごりょうしん・ご両親
Istri
つま・妻
かない・家内
おくさん・奥さん
Suami
おっと・夫
しゅじん・主人
ごしゅじん・ご主人
Anak (laki-laki)
むすこ・息子
(お)むすこさん
Anak (perempuan)
むすめ・娘
(お)むすめさん
Kakak (perempuan)
あね・姉
おねえさん・お姉さん
Adik (perempuan)
いもうと・妹
いもうとさん・妹さん
Kakak (laki-laki)
あに・兄
おにいさん・お兄さん
Adik (laki-laki)
おとうと・弟
おとうとさん・弟さん
Paman
おじ(さん)
おじさん
Bibi
おば(さん)
おばさん
Kakek
(お)じいさん
おじいさん・お祖父さん
Nenek
(お)ばあさん
おばあさん・お祖母さん
Keluarga
(うちの)かぞく・(家の)家族
ごかぞく・ご家族
Penggunaan kosakata kelompok-dalam dan kelompok-luar memperjelas keluarga mana/siapa yang dirujuk tanpa diperlukan kata ganti kepunyaan seperti ‘-ku’, ‘-mu’, dll. Perlu diketahui bahwa hubungan kekerabatan dengan yang lebih tua seringkali digunakan kosakata untuk kelompok-luar karena cenderung lebih sopan. Anggota keluarga yang lebih tua juga merujuk pada diri mereka sendiri dengan kosakata sopan pada pernyataan langsung dengan orang atau anggota keluarga yang lebih muda, seperti pada penggunaan bahasa Indonesia pada anak kecil ‘Cium Ibu dulu, nak’.
·         お父さんはどう思いますか
Otōsan wa dō omoimasu ka?                           Bagaimana menurut Ayah?
·         お姉さんと話したいんですが
Onēsan to hanashitai n desu ga                       Aku ingin berbicara denganmu, Kak.
·         お父さん買ってやるよ
       Otōsan katte yaru yo!                                     Ayah akan membelikanmu!
·         お母さんはお兄さんに大丈夫だいったのに
Okāsan wa oniisan ni daijōbu da itta no ni      Ibu mengatakan padanya bahwa tidak apa-apa
·         安部さんこんにちは。お母さんはお元気でしょうか
        Abe-san konnichiwa. Okāsan wa o-genki deshō ka?           Selamat siang, Ny. Abe. Apa Ibumu baik-baik saja?
Perlu diketahui bahwa kosakata dalam tabel dapat digunakan untuk merujuk secara umum, dan tidak hanya terbatas pada anggota keluarga, seperti misalkan おじさんdapat dimaksudkan sebagai ‘Pak/Tuan’, dan おくさんdapat diartikan sebagai ‘Bu/Nyonya’
·         奥さん!小包です。印鑑お願いします
Okusan! Kozutsumi desu. Inkan onegaishimasu    Ada paket untukmu, Nyonya. Tolong tandatangan ini.
·         お姉さん!お水ください
Onēsan! O-mizu kudasai                                    Tolong airnya, Mbak (pelayan)!
·         あのお父さんに聞いてみましょうか
Ano ojisan ni kiite mimashō ka?                           Ayo bertanya pada bapak itu.