Gaya bahasa pada bahasa Jepang akan mempengaruhi kata kerja, kata sifat, dan だ・です. Sebagian besar uraian pada bab ini berkaitan dengan kata kerja. Penjelasan lengkap yang lain dapat dilihat pada bagian ‘だ・です’dan ‘Kata Sifat’.
Bahasa Jepang mempunyai tingkatan keformalan, penghormatan, kerendahan bahasa pada pengucapan yang disebut keigo (警護). Bentuk formal adalah bagian dari keigo. Orang yang mempelajari bahasa Jepang biasanya memulai dengan bentuk ~ます, dan penggunaannya dijelaskan pada bagian ‘Kata Kerja’.
Untuk memahami bagaimana menggunakan kata kerja dalam bahasa Jepang sangat penting untuk memahami bentuk dasar dan bentuk formalnya. Bentuk dasar dapat dibentuk secara langsung dari bentuk kamusnya, yang disebut demikian karena merupakan bentuk yang dituliskan dalam kamus bahasa Jepang. Sebagai contoh, kosakata ‘pergi’ kemungkinan lebih dikenal sebagai いきます, tapi bentuk ini tidak tercantum pada kamus bahasa, dimana bentuk ini dibentuk dari bentuk kamus いく. Baik いくdan いきますbermakna ‘pergi’ dan penggunaannya terkadang dapat saling menggantikan, tetapi いくmerupakan bentuk dasar dan いきますadalah bentuk formal.
Dalam bentuk dasar, atau futsūtai (普通体) dan juga bentuk formal, atau keitai (敬体) terdapat bermacam-macam bentuk. Gaya bahasa formal secara umum disebut desu-masu-kei (デス・マス形), dan gaya bahasa dasar umum disebut futsukei (普通形). Tabel berikut menunjukkan gaya bahasa dasar dan formal untuk kosakata いきます‘pergi’:
| | Gaya bahasa formal | Gaya bahasa dasar |
| Normal | いきます | いく |
| Lampau | いきました | いった |
| Negatif | いきません | いかない |
| Negatif lampau | いきませんでした | いかなかった |
Pada contoh berikut, kalimat yang pertama dari pasangan kalimat adalah gaya bahasa formal dan kalimat kedua merupakan gaya bahasa dasar:
あした えいがを みます
あした えいがを みる
Aku akan menonton film besok
きのう えいがを みました
きのう えいがを みた
Aku menonton film kemarin
どいつごが はなせません
どいつごが はなせない
Aku tidak bisa bahasa Jerman
あさごはんを たべませんでした
あさごはんを たべなかった
Aku tidak makan pagi
きょうは あついです
きょうは あつい
Hari ini panas
Hanya akhir kalimat yang bergaya formal akan memberikan keseluruhan kalimat bernuansa formal. Kosakata (kata kerja maupun kata sifat) yang digunakan dalam kalimat majemuk berbentuk dasar, tanpa memperhatikan konteks dan gaya bahasa pada akhir kalimat (bagian modifier). Jika terdapat 2 gaya bahasa formal dari kata kerja dalam satu kalimat tunggal, kemungkinan merupakan 2 kalimat yang digabungkan dengan menggunakan konjungsi. Pada contoh kalimat berikut terdapat 4 kata kerja, yang meskipun gaya bahasa pengucapan keseluruhannya merupakan bentuk sopan, hanya kata kerja terakhir yang berbentuk ~ます:
· 夏休みに毎年ヨーロッパへ行く人が年々増えているそうですが、オーストラリアへ行く人の方が多いと旅行会社の情報で分かりました
Natsuyasumi ni maitoshi yōroppa e iku hito ga nennen fuete iru sō desu ga, ōsutoraria e iku hito no hō ga ōi to ryokōgaisha no jōhō de wakarimashita
Kami mengetahui dari perusahaan travel bahwa jumlah orang yang berpergian ke Eropa pada libur musim panasnya meningkat setiap tahun, meskipun jumlah paling besar masih berpergian ke Australia.
No comments:
Post a Comment